Media Informasi Online | WartaBarkas
Wartawan Berita Akurat Ringkasan Kasus
Info: Sutrisno
Surabaya, WartaBarkas - Menandai Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, Polrestabes Surabaya memilih merayakannya bukan dengan seremoni kaku, melainkan dengan keringat bersama. Ribuan warga dari berbagai penjuru kota turun ke lapangan dalam kegiatan “Olahraga Seduluran Arek-Arek Surabaya”, Jumat 3 Juli 2026.
Lapangan yang biasanya memisahkan, hari itu menjadi ruang temu. Di sana tidak ada sekat antara seragam cokelat dan baju warga. Yang ada hanya tawa, semangat, dan rasa sebagai satu keluarga besar bernama Surabaya.
Olahraga Sebagai Jembatan Hati Kegiatan ini lebih dari sekadar senam pagi atau lari santai. Ia adalah simbol kedekatan. Polri hadir bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk merangkul.
Hadir langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra, jajaran kepolisian, komunitas olahraga, tokoh masyarakat, hingga warga biasa yang datang dengan anak dan tetangga.
“Kami ingin HUT Bhayangkara dirasakan bersama. Karena keamanan kota ini milik kita semua,” ujar Kombes Luthfie di sela acara.
Semangat Seduluran, Makna Persaudaraan Istilah Seduluran Arek-Arek Surabaya dipilih dengan sengaja. “Sedulur” berarti saudara. Dan saudara sejati adalah yang saling menjaga.
Kompol Sandi Putra menekankan, olahraga menyehatkan badan, tapi kebersamaan menyehatkan kota. “Ketika polisi dan warga kompak, lingkungan jadi lebih aman, lebih nyaman, lebih kondusif,” katanya.
Semangat itu nyata di lapangan. Peserta berbaur tanpa jarak. Bercanda, saling menyemangati, dan menunjukkan sportivitas yang sama tingginya dengan semangat mereka.
Wujud Dermawan: 1.000 Kupon untuk Warga Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan 1.000 kupon untuk warga Surabaya. Kupon itu menjadi tiket pembagian aneka hadiah yang menambah semarak suasana.
Bukan soal nilai bendanya. Tapi soal pesan: negara hadir, menghargai, dan berbagi sukacita bersama rakyat yang telah menjadi mitra menjaga kota.
Makna di Usia ke-80 Di usia yang matang, Bhayangkara mengingatkan jati dirinya: mengayomi dengan hati, melindungi dengan wibawa.
Wibawa terlihat ketika institusi turun ke lapangan tanpa jarak. Dermawan terlihat ketika kegembiraan dibagikan, bukan dimonopoli.
Surabaya hari itu membuktikan satu hal: ketika polisi dan masyarakat berjalan beriringan, keamanan bukan lagi beban satu pihak. Ia menjadi rumah bersama yang kita jaga bersama.
Catatan Redaksi WartaBarkas Samsul Arifin
Peliput Lapangan: Sutrisno | Jurnalis/Wartawan
PT. MEDIA WARTA BARKAS
MEDIA INFORMASI ONLINE | WARTA BARKAS
Sekretariat: Kota Surabaya, Jawa Timur
Email Redaksi: wartabarkas@gmail.com, @wartabarkas.online