Ticker

6/recent/ticker-posts

Renungan Pahit: Kisah Taufik Hidayat yang Kami Catat dari Penuturan Sang Ayah

Media Informasi Online | WartaBarkas
Wartawan Berita Akurat Ringkasan Kasus

Info: Samsul Arifin 

WartaBarkas - Dalam sebuah perbincangan yang penuh keharuan, Bapak Tata, ayah kandung Taufik Hidayat, pernah kami dengar menyampaikan curahan hatinya kepada Bapak Gubernur Kang Dedi Mulyadi. Dengan suara bergetar dan mata yang menyimpan duka, beliau bercerita tentang luka yang tak mudah dilupakan.

Kami mencatat, beliau pernah mengalami peristiwa tidak menyenangkan di rumah sendiri. Dalam kondisi dapur yang kosong tanpa lauk, sempat terjadi adu mulut yang berujung tindakan fisik dari sang putra. Luka di hati itu membuat sang ayah memilih pergi meninggalkan rumah selama sepekan, menenangkan diri sambil merenung.

Namun cerita hidup tak berhenti di situ. Kami juga menerima informasi bahwa Taufik Hidayat pernah berurusan dengan hukum. Beliau menjalani masa pembinaan selama kurang lebih 1 tahun 4 bulan akibat kasus yang kami ketahui berkaitan dengan penggelapan kendaraan bermotor dan penganiayaan. Masa kelam itu kami tulis bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai cermin.

Dari kisah ini kami belajar satu hal yang dalam: tidak semua anak tumbuh menjadi pelita yang menerangi masa tua orang tua. Ada kalanya harapan berubah menjadi ujian. Ada kalanya doa seorang ayah justru diuji dengan air mata. 

Kami WartaBarkas menulis ini dengan hati yang lapang. Bukan untuk membuka aib, tapi untuk mengajak kita semua merenung. Bahwa mendidik anak adalah amanah berat. Bahwa cinta orang tua tak pernah putus, meski luka datang silih berganti. Semoga dari setiap kisah pilu, lahir hikmah yang menuntun kita menjadi manusia yang lebih bijak dan lebih dermawan kepada sesama.

Catatan Redaksi WartaBarkas Samsul Arifin
Jurnalis: Sutrisno