Ticker

6/recent/ticker-posts

Mojokerto, Catatan Publik Atas Pendopo Brangkal, Proyek Pendopo Senilai Rp477 Juta

Foto: WartaBarkas | Info: Samsul Arifin 

WartaBarkas  Mojokerto, Catatan Publik atas Pendopo Brangkal, Proyek pendopo senilai Rp477 juta, bersumber dari Silpa Dana Desa 2025, kini menjadi cermin bagi tata kelola Brangkal. Spesifikasi menyebut semen seharga Rp50 ribu per sak; di lapangan, dua merek—Gresik dan Singa Merah—digunakan bergantian, dengan alasan “tolong-menolong” nominal ketika harga pasar melenceng.

Niatnya mungkin efisiensi, tapi publik membaca pertanyaan etika: bila realisasi lebih murah, ke mana selisihnya? Kasi Pemerintahan Desa menyerahkan penjelasan teknis pada pengawas, sementara warga mengingatkan bahwa transparansi bukan formalitas—ia adalah jembatan kepercayaan. Semen yang berbeda tak masalah bila dituangkan dalam dokumen yang jujur; yang menggerus marwah justru ruang abu-abu antara RAB dan faktur.

Proyek 90 hari ini akan dinilai bukan dari tegaknya atap pendopo, tetapi dari tegaknya administrasi: laporan, audit, dan keterbukaan. Karena bangunan desa berdiri paling kokoh ketika pondasinya adalah akuntabilitas.

Pendopo desa seharusnya tempat musyawarah, tapi proyek Rp477 juta ini justru memantik perbincangan soal integritas. Spesifikasi RAB menulis harga satuan Rp50 ribu; di lapangan muncul dua merek semen—Gresik untuk cor utama, Singa Merah untuk pondasi—dengan alasan menyesuaikan harga pasar.

Niat adaptif boleh dipahami, namun kepercayaan publik dibangun dari keterbukaan: bila pembelian lebih murah, selisihnya ke mana? Warga mengingatkan, dan benar adanya, bahwa uang desa bukan ruang elastis. Tanpa dokumen yang rapi, pertanyaan berubah jadi kecurigaan.

Pengawas dari CV Harmony Consultant belum memberi penjelasan teknis yang utuh. Justru di sana letak uji kedewasaan tata kelola: mengakui perbedaan, memperlihatkan faktur, dan menutup celah dengan audit. Sebab, pendopo yang kuat bukan hanya soal semen Gresik, melainkan tentang semen komitmen—kejujuran yang mengikat batu-batu kecil menjadi ruang kepercayaan bersama.