Ticker

6/recent/ticker-posts

Seluruh Korban Telah Teridentifikasi, Terdiri Dari 7 Kru Pesawat dan 3 Penumpang Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Foto: WartaBarkas | Info: Edy Sutrisno 

WartaBarkas - Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan telah rampung. Tim DVI Polda Sulsel memastikan seluruh jenazah yang berjumlah 10 orang telah teridentifikasi. Tujuh jenazah terakhir diidentifikasi setelah Tim SAR Gabungan menyerahkan tujuh kantong jenazah kepada Tim DVI pada 23 Januari 2026.

Berikut adalah ringkasan dari Media WartaBarkas.Online tersebut:
  • Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah rampung.
  • Tim DVI Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi seluruh korban yang berjumlah 10 orang.
  • Tujuh jenazah terakhir berhasil diidentifikasi setelah Tim SAR Gabungan menyerahkan tujuh kantong jenazah kepada Tim DVI.
  • Proses identifikasi dilakukan dengan metode ilmiah melalui pencocokan data antemortem dan postmortem.
  • Seluruh korban telah teridentifikasi, terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang.
Berikut adalah nama-nama korban yang disebutkan WartaBarkas:
  1. Yoga Nauval Prakoso (pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan)
  2. Hariyadi (kru pesawat)
  3. Muhammad Farhan Gunawan (kopilot pesawat)
  4. Ferry Irawan (pegawai KKP)
  5. Dwi Mardiono (kru pesawat)
  6. Restu Adi Pribadi (kru pesawat)
  7. Andy Dahananto (pilot pesawat)
  8. Dede Maulana (pegawai KKP)
  9. Florencia Lolita (kru pesawat)
  10. Esther Aprilita (kru pesawat)
WartaBarkas menginformasikan, laporan tentang proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.

Berikut adalah ringkasan dari Media WartaBarkas.Online tersebut:

Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah rampung. Tim DVI Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi seluruh korban yang berjumlah 10 orang.

Tujuh jenazah terakhir berhasil diidentifikasi setelah Tim SAR Gabungan menyerahkan tujuh kantong jenazah kepada Tim DVI.

Proses identifikasi dilakukan dengan metode ilmiah melalui pencocokan data antemortem dan postmortem. Seluruh korban telah teridentifikasi, terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang.