Ticker

6/recent/ticker-posts

Tambang Tembaga dan Kobalt di Kongo Runtuh, Puluhan Korban Jiwa Tewas Tertimbun

Foto: WartaBarkas  | Info: Edy Sutrisno 

WartaBarkas - Tambang tembaga dan kobalt di Provinsi Lualaba, Republik Demokratik Kongo, mengalami kecelakaan tragis ketika sebuah jembatan runtuh pada November 2025. Jumlah korban tewas bervariasi menurut sumber, dengan laporan menyebutkan antara 30-70 orang meninggal.

Berikut beberapa fakta terkait insiden ini, Penyebab Keruntuhan, Jembatan runtuh akibat kepadatan berlebihan ketika para penambang memadati jembatan darurat untuk menyeberangi parit yang tergenang air.

Kondisi Tambang, Tambang tersebut merupakan area sengketa antara penambang liar, koperasi lokal, dan operator resmi dari China.

Reaksi Pemerintah, Pemerintah provinsi menghentikan operasi di lokasi dan meminta penyelidikan terkait insiden ini.

Kritik HAM, Komite HAM menyerukan penyelidikan independen terkait peran militer dalam kejadian ini, karena ada laporan tentang bentrokan antara penambang dan tentara yang memicu kepanikan.

Kekayaan Mineral Kongo, Kongo merupakan produsen kobalt terbesar dunia, dengan perusahaan-perusahaan China mengendalikan 80% produksi di negara Afrika Tengah ini.

Insiden ini menyoroti kondisi berbahaya di sektor pertambangan tradisional Kongo, di mana longsor dan runtuhan struktur kerap terjadi karena kurangnya perlindungan keselamatan.