Foto: WartaBarkas | Info: Samsul Arifin
WartaBarkas - Perbandingan harga Pertamax antara Indonesia dan Malaysia memang menarik. Di Indonesia, harga Pertamax dijual sekitar Rp 12.900 per liter, sedangkan Harga di Malaysia sekitar Rp 7.550 per liter.
Banyak yang menyoroti perbedaan ini dan mempertanyakan mengapa Indonesia merugi Rp 5 triliun sementara Malaysia untung Rp 280 triliun.
Namun, perlu dipahami bahwa harga BBM di kedua negara tidak bisa dibandingkan secara langsung karena beberapa alasan, Struktur Industri Energi, Malaysia memiliki Petronas, perusahaan negara yang tidak hanya menjual BBM domestik tapi juga menjadi pemain global dengan operasi hulu dan hilir.
Sementara itu, Pertamina di Indonesia memiliki tugas melayani pasar domestik dengan infrastruktur distribusi yang luas dan tekanan politik untuk menjaga harga terjangkau.
Subsidi dan Kompensasi, Di Indonesia, subsidi dan kompensasi energi diatur dalam APBN. Pertamina menerima kompensasi atas selisih harga jual dan harga keekonomian.
Jadi, ketika Pertamina "rugi", itu bukan karena manajemen gagal, tapi karena negara menahan harga demi stabilitas sosial.
Kualitas BBM, Pertamax di Indonesia memiliki nilai oktan (RON) 92, sedangkan di Malaysia, RON 95 dijual dengan harga sekitar Rp 6.700. Ini berarti produk yang dijual berbeda.
Dalam kasus ini, Malaysia bisa menjual BBM murah karena, Petronas memiliki efisiensi kilang dan rantai distribusi yang baik, Malaysia masih surplus migas, tidak seperti Indonesia yang sudah menjadi net importer sejak 2004, Operasi global Petronas memberikan keuntungan besar yang bisa digunakan untuk subsidi domestik.
Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan energi di Indonesia, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah, Membangun kilang baru, dan meningkatkan efisiensi pengolahan.
Hilirisasi migas, dan pengembangan energi terbarukan, Memperkuat posisi Pertamina* sebagai pemain global, Transparansi data, subsidi dan kompensasi energi untuk meningkatkan kesadaran publik.