Foto: WartaBarkas | Info: Edy Sutrisno
WartaBarkas - Operasi gabungan antara pihak berwajib Thailand, Kamboja, dan kelompok bersenjata Myanmar, seperti Tentara Nasional Karen (KNA) dan Tentara Buddha Karen Demokratik (DKBA), telah membongkar pusat penipuan online di perbatasan Myanmar-Thailand. Berikut kronologi kejadian.
Pembebasan Korban, Jumlah Korban, Sekitar 7.000 orang telah dibebaskan dari pusat penipuan online oleh KNA dan DKBA. Kondisi Korban, Mayoritas korban adalah warga negara China, namun ada juga korban dari negara lain. Mereka ditempatkan di kamp dengan kondisi sanitasi dan kesehatan yang memprihatinkan.
Upaya Pemulangan, Koordinasi, Pemerintah Thailand dan kedutaan negara asal korban sedang berkoordinasi untuk memulangkan para korban. Tantangan, Proses pemulangan terhambat karena kurangnya respons dari Thailand dan belum ada kepastian tentang nasib mereka.
Tindakan Pihak Berwajib, Operasi Gabungan, Pihak berwajib Thailand dan Kamboja telah menggerebek gedung yang dijadikan pusat penipuan online dan membebaskan 25 warga asing.
Pencegahan, Pemerintah Thailand juga telah mengizinkan China untuk memulangkan 621 warganya melalui serangkaian penerbangan dari kota perbatasan.