Ticker

6/recent/ticker-posts

Istana Presiden Hingga Gedung DPR Jadi Titik Aksi Demo Besar Ojol

Foto: WartaBarkas | Info: Samsul Arifin 

WartaBarkas - Istana Presiden dan Gedung DPR menjadi titik aksi demo besar Ojol sebagai bagian dari unjuk rasa yang lebih luas di Indonesia.

Aksi ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk, Tuntutan terhadap DPR, Massa Ojol dan mahasiswa menuntut pencabutan tunjangan anggota DPR yang dianggap terlalu tinggi dan boros.

Kematian Affan Kurniawan, Seorang pengemudi ojek daring yang meninggal setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob dalam insiden di Jakarta, memicu gelombang protes masyarakat.

Isu ekonomi dan hukum, Massa juga menuntut disahkannya RUU Perampasan Aset dan mengkritik sejumlah RUU seperti RUU Polri dan RUU Penyiaran.

Unjuk rasa ini telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Medan, Yogyakarta, dan lain-lain.

Beberapa tuntutan yang disampaikan oleh massa antara lain, Tuntutan Jangka Pendek, Tarik TNI dari pengamanan sipil dan pastikan tidak ada kriminalisasi demonstran.

Bentuk Tim Investigasi Independen kasus Affan Kurniawan dan korban kekerasan aparat. Bekukan kenaikan gaji/tunjangan anggota DPR dan batalkan fasilitas baru.

Tuntutan Jangka Panjang, Reformasi total DPR dan partai politik. Susun rencana reformasi perpajakan yang lebih adil. Sahkan dan tegakkan UU Perampasan Aset Koruptor.

Aksi demo ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dan DPR dalam mengatasi kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) melakukan demo di tiga titik strategis, yaitu Kementerian Perhubungan, Istana Negara, dan DPR RI pada 17 September 2025.

Mereka menyuarakan tuntutan untuk memperbaiki regulasi transportasi daring dan melindungi kesejahteraan pengemudi. Berikut adalah beberapa tuntutan utama mereka,

Tuntutan Utama, Memasukkan RUU Transportasi Online dalam Prolegnas 2025-2026*: Pengemudi ojol mendesak pemerintah untuk memprioritaskan RUU ini guna mengatur regulasi transportasi online yang lebih baik.

Menetapkan Potongan Aplikator Maksimal 10%, Mereka menuntut agar potongan yang dikenakan oleh aplikator kepada pengemudi ojol dibatasi maksimal 10% untuk meningkatkan pendapatan pengemudi.

Membuat Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan, Pengemudi ojol meminta pemerintah untuk membuat regulasi yang jelas mengenai tarif antar barang dan makanan untuk menghindari kerugian.

Menghapus Fitur Aceng, Slot, Multi Order, dan Member Berbayar, Fitur-fitur ini dinilai merugikan pengemudi ojol dan mereka menuntut agar fitur-fitur tersebut dihapus.

Mendesak Pencopotan Menteri Perhubungan, Pengemudi ojol tidak puas dengan kinerja Menteri Perhubungan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan pengemudi ojol.

Mengusut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025, Mereka juga menuntut agar pemerintah mengusut tuntas tragedi yang terjadi pada 28 Agustus 2025 dan memberikan keadilan kepada korban.

Tuntutan Lainnya, Audit Investigasi Potongan 5% oleh Aplikator, Pengemudi ojol meminta pemerintah untuk melakukan audit investigasi terhadap potongan 5% yang dikenakan oleh aplikator.

Dengan menyuarakan tuntutan ini, pengemudi ojol berharap pemerintah dapat memperhatikan kepentingan mereka dan membuat regulasi yang lebih adil bagi transportasi online.